Demi Matahari dan sinarnya pada pagi hari
demi bulan apabila mengiringinya
demi siang apabila menampakkannya
demi malam apabila menutupinya (gelap gulita)
demi langit serta pembinaannya (yang menakjubkan)
demi bumi serta penghamparannya
demi jiwa serta penyempurnaan (ciptaan)nya
Maka Dia mengilhamkan (jalan) kejahatan dan ketakwaan
Sungguh beruntung orang yang mensucikannya (jiwa itu)
Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya….
(Q.S Asy-Syams 1-10)
——
hmm..Kalo denger lantunan ayat dari surat asy-syams ini rasanya intense bgt ya..Penuh dengan plegde dari Allah.. Seven pledges in a row that Allah said more than 14 centuries ago.
Jika kita mengingat bagaimana seorang kandidat presiden yang memenangkan pemilu presiden di suatu negara, sebelum ia memulai rangkaian tugas-tugas kenegaraan, Ia akan bersumpah atas nama tuhan bahwa ia akan menjalankan tugas-tugas kenegaraan dengan sebaik-baiknya. Begitu juga yang dilakukan oleh para pejabat negara. Sumpah di bawah kitab suci yang mereka ucapkan di awal rangkaian janjinya menjadi suatu prekursor atas pentingnya content dari janji mereka tersebut.
Jika mereka hanya bersumpah demi tuhan yang maha esa, maka Allah bersumpah demi matahari, lalu demi bulan, lalu demi siang, lalu demi malam yang gelap gulita, dilanjutkan dengan sumpahNya demi langit dan bumi serta diakhiri dengan sumpahnya demi jiwa serta penyempurnaan ciptaanNya.
Subhanallah..Apa gerangan yang membuat kita tidak bersegera dan bersigap untuk memperhatikan kata-kata yang muncul setelah Allah mengawalisumpahnya demi yang tujuh ini. Apa gerangan yang membuat kita tidak serius untuk memperhatikan untuk apa Allah bersumpah ? Tidakkah kita melihat dan merasakan betapa penting dan agungnya perkara yang akan diucapkan Allah selanjutnya?
Perasaan hati yang sensitif dan lembut akan merasakan betapa penting dan agungnya perkara yang Allah bawa setelah tujuh sumpahNya itu.
Oleh karena itu perhatikanlah bagaimana Allah mengucapkan firman selanjutnya…”Maka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaan (fujuroha wa taqwaha..). Sungguh beruntung orang yang mensucikannya (jiwa itu). Dan sungguh rugi orang yang mengotorinya..”
LIhatlah tiga poin utama dari isi sumpah Allah di atas. Sangat jelas dan padat makna! Allah secara implisit telah mengajarkan ttg Principle of Independence kepada semua Manusia. Bahwa setiap jiwa diberkahi kebebasan untuk menentukan hidupnya.
Bahkan Amerika serikat yang mengagung-agungkan dirinya sebagai negara yang paling demokratis tidak mampu mengalahkan prinsip demokrasi yang diajarkan islam 14 abad yang lalu. Amerika baru memulai sejarah negaranya 2 abad yang lalu. Lalu bagaimana bisa negara ini begitu congkak dan mereasa superpower dihadapan negara-negara lainnya.
OK kita tinggalkan Amerika yang stubborn…
Kita kembali ke pembahasan ttg isi dari sumpah Allah di surat Asy-Syams.
Manusia tidak Allah ciptakan serupa dengan hewan, atau tumbuhan, atau bahkan dengan malaikat (tentu saja ^__^). Manusia adalah makhluk ciptaan Allah yang spesial. Ia dianugerahi hati yang dengannya manusia bisa menentukan ke mana hidupnya akan digerakan.. Ke arah fujur kah atau ke arah taqwa.
TIdak seperti Hewan dan tumbuhan atau malaikat yang selalu tunduk patuh atas perintah Allah, manusia diberi banyak kebebasan.
Betapa pengertiannya Allah kepada kita yaa.. Allah sang pencipta kita sangat memahami fitrah-fitrah hambaNya. Ia siapkan semua tools yang berguna bagi kita. Walaupun Ia telah memberikan banyak hal untuk kita, manusia tidak dipaksa secara otoriter untuk menyembah Allah.
Tetap saja…Allah masih memberikan banyak pilihan bagi makhluk spesial ini. Begitu banyak pilihan yang seharusnya membuat kita tersadar dan tertunduk malu, tidak ada pilihan yang lebih sempurna dan mulia selain hidup bersama Islam.
So…Fabi ayi alaa i robbikuma tukkaadz dziban….Maka nikmat Allah yang manakah yang Engkau dustakan??
Ya Allah…KasihMu tiada tara tercurah deras pada setiap hamba2Mu..Tak pernah rasanya diri ini kekurangan oksigen untuk bernafas…juga begitu banyak nikmat-nikmat lainnya yang tak pernah selesai kami menghitungnya…indeed…We couldn’t ever count on Your ni’mat..ever!!
Namun…manusia seringkali terlalu buta untuk melihat banyak mikmat Allah ini. Setiap hari yang terlontar adalah berbagai ketidakpuasan kepada Sang Pencipta (Naudzubillah). “Gajah dipelupuk mata tidak terlihat, semut di ujung pulau terlihat jelas”
Begitlah seringkali kita memandang hidup ini..Bila selama ini kita selalu banyak menuntut keadilan kepada Allah….Apakah kita sudah adil dalam bersikap kepada Sang Pencipta kita? Mmh..that’s would be tough question, isn’t it?!
Dua hari yang lalu di kampus, suara alarm kebakaran berbunyi amat nyaring…Memaksa semua orang untuk ke luar menjauh dari gedung utama. Ternyata setelah diidentifikasi oleh pemadam kebakaran, ada bread toaster yang overtoast the bread..sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.
In the crowd of students…I saw DIlek at glance. She is turkish student. I met her quite a few weeks ago. She came here like one month ago. She is a nice girl. Ketika pertama datang ke Boston, ia mengenakan pakaian muslimah lengkap dengan hijab yang menutupi aurat rambut kepalanya.
I was very happy..After all of this long time finally I have a muslim friend who wear hijjab. I asked her to join the jumat prayer and introduced her with some muslim from Turkey. She was very happy, since she doesn’t know muslim community here. We talked a lot and hang out together for quite some time.
In a following few weeks, I didn’t have enough time to spare my time with her. That’s too bad, I was very busy to finish up all of my mid and final paper and preparing for something really important for my future live. Moreover, she is in a different program and level with me, and of course different schedule, so I cannot meet here every day.
Any way…mungkin tiga pekan tidak bertemu DIlek, dan terakhir melihat beliau ya pas in a crawd of people two days ago.. Itu pun karena ribut teu puguh..ga sempet ngobrol apapun…Arin hanya liat dari kejauhan. Ada satu hal yang membuat mata ini berkaca-kaca…
Ia melepaskan hijab nya…dan menampakan aurat rambut kepalanya..Rambutnya terurai sempurna dan dipertontonkan kepada orang yang mukan muhrimnya..
Ya ALlah…seketika itu mata ini langsung basah…Dan seketika itu juga langsung menyalahkan diri sendiri..Where have you been arin!! you’re just so busy with yout stuff =(
YA Allah ampunilah hambaMu yang lemah ini…
Astaghfirullah hal adzim..aladzi laa illaha illa huwal hayyul qoyum wa atuubu illaih
Setiap insan memang berhak memilih jalannya sendiri-sendiri…Tentu orang yang cerdas adalah orang yang sebelum bertindak sudah mempertimbangkan konsekuensi/akibat dari perbuatannya.
Merasa menjadi salah seorang yang patut dipersalahkan…..=( Ya Allah bantulah aku untuk dapat melakukan lebih banyak kebaikan untuk menutupi dosa2 dan kelalaian ku ini…
Amiin.
Boston, May 23rd, 2008




