Siti Fadilah Supari

Pewaris Sejati Pemikiran Bung Karno: Siti Fadilah Supari

Wahai Generasi Muda!!! Tunjukkan taringmu dihadapkan dunia, tunjukkan pembelaanmu terhadap kaum papa. Sibukkan dirimu dengan beramal sholeh, jangan pikirkan dirimu sendiri. Insya allah, Allah yang mengurus dirimu. [Arin]

——————–

Meruntuhkan Arogansi Amerika Serikat, Memenangi Peradaban Manusia Pewaris Sejati Pemikiran Bung Karno: Siti Fadilah Supari

Saatnya Dunia Berubah. Neo-kolonialisme, neo-imperialisme, neo-kapitalisme, neo-feodalisme yang mewarnai perjalanan Republik Indonesia dan dunia saat ini harus ditumbangkan —seperti yang puluhan tahun lalu digaungkan oleh Bung Karno— secara cerdik, jujur dan berani. Dunia pendidikan sangat diharapkan menjadi pilar mendidik anak bangsa sebagai calon pemimpin yang cerdas tapi berhati nurani. Pendidikan yang berkarakter akan menghasilkan manusia yang berkarakter!

Oleh: Cardiyan HIS

Presiden RI, DR. Susilo Bambang Yudhoyono menjuluki Siti Fadilah Supari, Menteri Kesehatan RI sebagai “Menteri Maju Tak Gentar”. Ini barangkali buah sukses perjuangan panjang, Siti Fadilah Supari di forum dunia sidang WHO (World Health Organization) , di Jenewa, dalam melawan ketidak-adilan badan kesehatan dunia ini terhadap negara-negara yang sedang berkembang yang umumnya negara miskin yang justru menderita sakit berbagai penyakit antara lain Flu Burung. Sebagai catatan, setiap negara yang terkena penyakit Flu Burung harus menyerahkan seed virus-nya ke WHO, tetapi tanpa diimbangi WHO dengan keterbukaan, kemana virus itu dimanfaatkan. Ujung-ujungnya sudah menjadi vaksin yang ditawar-tawarkan industri farmasi negara maju kepada negara-negara yang terkena Flu Burung yang nota bene negara-negara miskin.

Siti Fadilah Supari menengarai ada sesuatu yang ditutupi soal ini. Dengan sangat cerdas dan sangat berani Menkes RI untuk pertama kalinya tidak mau mengirimkan seed virus Flu Burung strain Indonesia ke WHO, kecuali harus ada “Material Transfer Agreement” (MTA) antara WHO dengan Pemerintah RI sebagai pemilik, sebagai negara yang Merdeka dan Berdaulat terlebih dulu. WHO mengancam dan juga Amerika Serikat melalui Secretary of Health and Human Services of the USA, Mr. Michael O. Leavitt, menemui langsung Menteri kesehatan RI di sela-sela sidang WHO, ikut-ikutan menekan bahwa tindakan Indonesia ini bisa mengancam terjadinya pandemi Flu Burung di dunia. Siti Fadilah bergeming. Ia hanya akan mengirim seed virus Flu Burung bila WHO menjelaskan mekanisme pengiriman dan pemanfaatan seed virus-nya secara transparan.

Dunia geger. Ilmuwan di dunia kaget dan sangat senang. Karena selama 50 tahun terakhir ini WHO hanya dikangkangi oleh ilmuwan eksklusif, yakni 15 orang saja, yang semuanya tidak merupakan ilmuwan independen tetapi adalah “antek” kepentingan negara tertentu dan atau perusahaan industri farmasi tertentu. Ini memang “very very big business” dengan nilai ratusan milyar dollar Amerika Serikat. Keberanian Siti Fadilah Supari boleh jadi sangat mengusik dan sangat berpotensi mengancam kepentingan bisnis mereka.

Media dunia bahkan media Barat sangat mendukung tindakan Menteri Kesehatan RI ini. Majalah bergengsi the Economist (UK), 10 Agustus 2006 menulisnya dalam headline news: “For the sake of basic human interest, the Indonesia government declares that genomic data on bird-flu viruses can be accessed by anyone. With those words, spoken on August 3rd, Siti Fadilah Supari started a revolution that could yet save the world from the ravages of a pandemic disease. That is because Indonesia’s health minister has chosen weapon that may prove more useful than todays best vaccines in tackling such emerging threats as avian flu: transparency” .

Pewaris Sejati Pemikiran Bung Karno
Megawati pasti adalah pewaris darah Ir. Soekarno karena ia adalah anak kandung pasangan Ir. Soekarno-Fatmawati, tetapi ia belum tentu pewaris pemikiran nyata Ir. Soekarno dalam praktek bernegara ketika ia menjadi Presiden RI ke 5. Tetapi Siti Fadilah Supari dipastikan pewaris sejati pemikiran Bung Karno. Saya kutipkan kalimat dari buku tulisannya: “I told my self, How cruel it is when the suffering of some people being exploited and made into commodity by other people without ethics and without conscience. Moreover, the practice involving a world organization expected to do the duty of promoting global health. The wound in my heart split again, exerting an irresistible pain to the whole of my bodies and mind. This is the second time since the incident of Tamiflu in the beginning of the endemic. Unconsciously, my tears roled down my cheek and dropped to the surface of the desk of the front of me, the desk of Minister of Health of the Republic of Indonesia. How useless I am
behind this official desk if I let the inequity keeping on ripping the right of living equally in the same world. Is it the neocolonialism, which was often mentioned by Soekarno? Is it exploitation de l’home par l’home? Is it neocapitalism? Or, is it imperialism? Should I ignore the situation by presuming that it is none of my business? Or, should I do something to stop it? But who am I? Oh, my GOD, am I just a Minister of Health of the Republic of Indonesia, who for more than three decades has been wellknown as country with no courage to stand against the establishment, except under the administration of Soekarno?”.

Negara-negara di dunia berkat kepeloporan Indonesia akan memulai babak baru dimana “charity” yang selama ini selalu melekat pada negara miskin manakala menghadapi WHO, mulai berubah menjadi “empowering” dalam mekanisme seed virus di WHO. Negara-negara miskin menemukan jati dirinya kembali menjadi bangsa yang bermartabat, yang berhak memiliki seed virus yang memang miliknya sendiri dan mengolahnya menjadi vaksin kalau memang mampu; sementara mekanisme di WHO menjadi transparan!

Bisa Menjadi Model Pengelolaan SDA dan SDH
Keberhasilan Siti Fadilah Supari mensiasati “bargaining power” kepemilikan seed virus strain Indonesia terhadap negara adidaya yang memiliki modal dan teknologi, sebenarnya bisa dijadikan model untuk berbagai sektor industri di Indonesia. Model pengelolaan sumberdaya alam (SDA) dan sumberdaya hayati (SDH), dalam empat dekade terakhir selalu menempatkan Indonesia merasa inferior di mata adidaya, yang memiliki uang dan teknologi. Padahal Indonesia yang memiliki kekayaan SDA dan SDH yang termasuk terkaya di dunia sebenarnya memiliki “bargaining power” ini.

Mental “rendah diri” inilah yang harus di kubur dari diri para birokrat dan legislator di Indonesia dalam menyikapi kekayaan Indonesia tadi. Mereka selalu berkilah “Sekali kita membatalkan perjanjian dengan investor, maka akan larilah investor selamanya dari bumi Indonesia. Padahal mencari dana itu sangatlah sulit”. Mengapa tidak dibalik; “Amandemen perjanjian adalah dimungkinkan demi suatu keadilan nyata untuk mensejahterakan rakyat dan lagi pula tidak dimaksudkan meniadakan keuntungan investor tetapi hanya menempatkannya kepada memperoleh keuntungan yang wajar dan fair. Dana itu akan mudah disiasati kalau potensi SDA dan SDH memang sangat atraktif karena telah terbukti di lapangan”.

Kalau Presiden Venezuela, Hugo Chavez dan Presiden Bolivia, Evo Morales sudah mengadopsi pemikiran besar Ir. Soekarno dalam pengelolaan sumberdaya alamnya. Maka, mengapa Indonesia yang menjadi tempat lahirnya pemikiran Ir. Soekarno, —yang selalu mendahului jamannya— malah tidak dipraktekkan. Ir. Soekarno selalu bilang; “We are owner” SDA dan SDH, dan para kapitalis Barat adalah “You are contractor”. Lupakan dana yang kapitalistik imperialistik karena sumber dana masih berserakan di pelosok dunia karena Indonesia kaya raya SDA dan SDH. Barangkali kalau masih ada “kemiskinan” adalah kemiskinan rohani birokrat dan legislator yang masih juga korup dan tidak produktif dan efektif dalam kinerjanya. Dan ini harus dibenahi melalui investasi pendidikan sumberdaya manusia yang mendasar dan berjangka-panjang, yang berkarakter.

Saatnya dunia berubah. Mari kita para insinyur dan ilmuwan belajar dari seorang Dr. dr. Siti Fadilah Supari, SpJP. Ia semula adalah seorang dokter peneliti tetapi karena memiliki kesempatan mendapat amanah rakyat sebagai Menteri Kesehatan RI dan pribadinya memiliki hati nurani untuk selalu berada pada keberpihakan kepada rakyat; ia telah membawa Indonesia mendapatkan martabatnya kembali sebagai Bangsa yang Merdeka, Bangsa Berdaulat, Bangsa Besar di peta bangsa-bangsa di dunia!

REFERENSI:
Dr. Siti Fadilah Supari, PhD (Editor: Cardiyan HIS); “It’s Time for the World to Change. Divine Hand Behind Avian Influenza”, Publisher: PT. Sulaksana Watinsa Indonesia (SWI), Jakarta, 2008.

 

“The Force behind Trends”

“The Force behind Trends”

Why did the New York City crime rate drop so dramatically in 1990s? Why did fax machines become popular so quickly in the United State? Author Malcolm Gladwell has explored the forces behind the sudden, swift transmission of ideas that change society, and he has found that new ideas and trends originate with three types of exceptional people : mavens, connector, and salesman.

In his book, The Tipping Point : How Little Things Can Make a Big Difference, Gladwell profiles the three groups to explain how word-of-mouth epidemics take hold in society.

Gladwell says maven, the type of people who have specialize knowledge, are the first group of exceptional people responsible for trends. If you examine why you make certain decision, such as where to shop or dine or what movie to see, he says, you find that you are relying on the same person -a maven- over and over again for recommendations.

Connector, are the kind of people who know everybody, the handful of individuals in any social group who have extraordinary social ties. Gladwell explains that connectors are incredibly powerful in generating word-of-mouth epidemics because if they like something, they can spread information about it five or six times, much farther than the average person.

Once a new idea has spread, Gladwell attributes the ability to persuade people to adopt it to the third group, the salesman. Salesman have an extraordinary natural ability to win people over, to get hold on an idea and make it go a long way, he says.

—-
Now the question is where is our position?
Is it important to define our position in those three criterion above?
In my opinion, it is important to know our strength whether you are a maven, a connector, or a salesman. If you have all of them in your personality, please peruse yourself one more time. You must have the most dominant one.

This is important for the one who do not want to be like other common people.^__^

Actually everybody is special. They came to this earth with their own function. For instance, around 1775 in Boston, there was a man named Paul Revere. He was phenomenal for US citizen in the way through snatch independence from the British colonization. He was phenomenal because of his bravery to ride from Boston to Lexington, to warn citizen about the British battle plans to Boston.
The question is, why Revere was successfully warn people about the British battle plan. Why did people trust in his warn? What was the secret behind his success?
Gladwell said that new idea catch on partly because socially connected people spread them. Revere was a connector who knows everybody. He has a wide network of social connections- the type you always go for the latest news. In fact, Revere learned about the British attack from several sources. After so many rumors came his way, naturally he jumped on his horse and took his legendary ride to Lexington. And the rest history, literally. His news gave the colonial army time to organize and meet the enemy with fierce resistance.

So what is the answer of his success? Revere lived his entire life in Boston, so he knew everybody. He had a social network from childhood, from business, from community work. He made friends among his business patrons. He owned a lot of shop: silver shop, printing press, an arms factory, and dentistry. He belonged to almost every club and organization around. So Revere connected with people everywhere and he was very popular.

As you see, Revere had build such a wide circle of friends that he was the ideal person to spread a piece of critical news as far as possible. Consequently, Revere’s tale, his word-of-mouth epidemic, was a legend that we can take the pith from it.

I would rather be the Connector too..^__^ how about you?

[tadzkirah]

Sometimes people come into your life and you know right away they were meant to be there; to serve some sort of purpose, teach you a lesson or help figure out who you are or want to become. You never know who these people may be but when you lock eyes with them, you know that very moment that they will affect your life in some profound way. And sometimes things happen to you at a time that may seem horrible, painful and unfair, but in reflection you realize that without overcoming these obstacles you would have never realized your potential, strength, or will power. Everything happens for a reason. Nothing happens by chance or by means of good luck, illness, injury, love or lost moments of true greatness. All occur to test the limits of your soul.

[.....remember]

“Janganlah engkau berjalan di bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya engkau TIDAK akan dapat menembus bumi dan tidak akan mampu menjulang setinggi gunung”
[QS. Al-Isra 37]

Ayo jadi ulama..walaupun kecil2an ^_^

[Semoga bisa menjadi pengingat bagi kita semua ya..]

Ketua MUI: Kita Butuh Ulama, Bukan Ilmuan

Rabu, 13 Peb 08 07:33 WIB (eramuslim.com)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Kholil Ridwan menyatakan, semestinya tradisi keilmuan dalam Islam melahirkan ulama, bukannya ilmuan. Sebab, antara ulama dengan ilmuan itu tidak sama.

Menurutnya, ulama itu mempunyai kepekaan terhadap kondisi akidah umat, berjuang dengan ikhlas, tidak ingin popularitas, tidak menghallakan segala cara demi kekuasaan, apalagi mau disetir oleh pemikiran asing atau yang lebih buruk meninggalkan Islam itu sendiri.

”Tradisi ilmu dalam Islam itu melahirkan ulama. Ulama berbeda dengan ilmuan, ” ujar KH. Kholil Ridwan di sela-sela acara Tasyakur 5 tahun Institute for Study the Study of Islamic Thougth and Civilization (INSISTS) di Depok.

Dijelaskannya, sosok ulama punya tanggungjawab keilmuan, moral, dan agama kepada Allah Swt. Sedangkan ilmuan bisa bebas dari nilai-nilai agama, moral, ataupun tidak beriman kepada Allah sekalipun.

“Ulama dalam menyampaikan ilmunya harus berangkat dari iman. Jadi ia punya tradisi keimanan dan keilmuan secara berbarengan. Bebeda dengan ilmuan. Ia bisa bicara dan berbohong tergantung kemauannya karena tidak terikat iman, ” papar pengasuh pesantren Husnayain itu.

Ia mengungkapkan, dalam hadis Nabi Muhammad Saw juga disebutkan, bahwa ulama itu pewaris para nabi. Jadi bukan ilmuan yang mewarisi kenabian. ”Al-’Ulama waratsah al-Anbiya. Di situ jelas sekali ulama yang ditunjuk Nabi sebagai pewaris para nabi, bukan semua orang yang berilmu, tapi harus punya dan menjaga imannya, ” sambung dia.

Karena itu, Kyai Kholil berharap ke depan lahir ulama-ulama yang betul-betul mewarisi tradisi keilmuan yang dijarakan para nabi sebagaimana yang pernah dilakukan oleh ulama-ulama kita, bukannya mengikuti cara berpikir Barat. (dina)

Keeping Your Confidence Up!!

by; Dennis O’Grady

Success seeks to help you become more accepting of your genuine strengths. Self-approval unleashes your best traits to be expressed in your work and family life, and in the world. How can you learn to accept your successes without panicking? Here are some practical ways to learn to celebrate all of your SUCCESSES.

  1. Self-esteem. Be a genuine achiever means you acknowledge your strengths, hunt for your secret talents, and give your best to the world without being a braggart. Build self-confidence : Learn from your Failure.
  2. Understanding. Achievement means you are in intense person who expresses who you really are while staying to growing and changing each and every day. Build Self-confidence : Thrive on responsibility.
  3. Child Drive. You pay attention to inner urges that speak to you about what work you love to do and what insights tou have to give the world. Build Self-confidence : Make work fun.
  4. Curiosity. You talk, talk talk some more to people to find out what makes them tick. You soak up information like sunbather taking in sunshine. Build Self-confidence : Take good advice.
  5. Energy. You maximize your energy by eating, sleeping, exercising, and working in recognition of your own special rhythms. You do what makes you feel most alive. Build Self-confidence : Keep your energy high.
  6. Set Goals. You dignify life with long-term goals and mark your progression toward them. Build Self-confidence : Choose commitment.
  7. Stayed Focused. You intensely focus single-mindedly in the most important tasks to accomplish, and tou say, “No way!” to nifty distraction. Build Self-confidence : Accept self-discipline.
  8. Errors. You make errors every day and know that if you aren’t failing at least once a day than tou aren’t succeding. You try again to hit the mark after you’ve missed it. Build Self-confidence : Never accept failure as a permanent state.
  9. Satisfaction. You endorse yourself for you wins, follow a consistent set of value, and take humble prode in all of your accomplishments. Build Self-confidence : Feel Gratified.

Permit yourself to be a genuine achiever instead of an impostor. Real people aren’t impostor-we ate the genuine article. Take the risk, and be the real McCoy!

 

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan….

Subhanallah..tak henti-hentinya air mata ini mengalir mulai dari ujung Willow street sampai dengan ujung Weld Street selepas pulang volunteering di MAS Quran Institute di Revere, siang tadi.

Ahad ini adalah ahad yang penuh dengan hikmah yang tajam bagiku. Pagi ini sebenarnya agak sedikit enggan untuk pergi keluar rumah. Udara dingin sekali, -2 derajat C, karena tadi malam salju turun lagi. Seperti biasa selepas salju turun, udara menjadi sangat dingin. Apalagi hari ini sebenarnya hanya ada Event Quran Reciting Competition bagi adik-adik kecil kita. Brother Zakaria juga bilang kalo tidak hadir pun sebenarnya tidak mengapa. Mmh..tapi teringat akan banyaknya dosa-dosa diri…Ingin rasanya membasuh dosa-dosa dengan melakukan sebanyak-banyaknya kebaikan hari ini.

“Gantilah keburukan-keburukanmu dengan melakukan banyak kebaikan-kebaikan”

Ntah mengapa quote di atas selalu terngiang di dalam hati, sehingga tiada kata lain, selain ingin segera sampai di Revere, meskipun harus 1 kali naik bus dan 2 kali ganti kereta (orange lina dan Blue line), ditambah 10 menit jalan kaki dari train station di Wonderland menuju Masjid di Revere. Sedikit penjelasan, Masjid yang dimaksud di sini, adalah sebuah gedung yang bernama “Boston Dialogue Foundation”. Berikut ini gedungnya.

Boston Dialogue FondationMasjid @ Revere
Gedung tua ya. Tapi dalemnya menyejukkan ^_^ karena selalu disuarakan ayat-ayat Allah di dalamnya.
Seperti biasa, berangkat dari Central Street jam 7.07 am. Mass Transportation di sini memang sangat bisa diandalakan ketepatan waktunya. Subhanallah ya. Harus ditiru nih hal-hal baik yang seperti ini. Di dalam Bus 36 ini ga terlalu rame. Ga seperti pekan lalu. Oiya selama di dalam bus arin pasang ipod mode Al-Matsurat hehe… sambil makan Yoghurt dan cookie yang dibawa dari rumah. Pagi yang Indah. Sampe di Forest Hill Station jam 7.27 am. Arin segera melesat ke Train lane di lantai basement Forest Hill Station. Dingin!!Untungnya ga nunggu terlalu lama, karena train orange ini segera datang, tidak sampe 5 menit menunggu. Di dalam train sangat hangat ^_^. Alhamdulillah makan udah beres tadi di Bus, jadi di train bisa murojaah surat Al Mursalat. Di dalam train juga sepi. Tumben sekali ya. Pekan kemarin sepertinya tidak sesepi ini. Mungkin karena udara yang dingin ya. Selama 30 menitan di dalam orange line menuju ke state station berulang-ulang kali memurojaah Al mursalat. Sampe harus berkali2 hehe..otak lagi beku kayanya nih..banyak yang lupa =(.
Sampe di State station harus ganti train. Ganti blue line yang ke arah wonderland. Wonderland itu station terakhir dari blue line. Kebayang kan, Forest Hill itu station terujung dari orange line dan Wonderland itu adalah station terakhir dari Blue line. Jadi emang jauh ^_^. But I really enjoy it. Semoga setiap desah nafas yang mengalir benar-benar bemakna dihadapan Allah SWT. Amiin.
Nunggu Blue line emang agak lama. Mungkin ada 10 menit ya. Lumayan bisa lanjut murojaah lagi. Hari ini bener2 sepi….
Alhamdulillah train nya dateng juga. Kalo naik blue line pasti bisa ngeliatat pantai… Indaaaahnya..subhanallah. Cocok sama nama trainnya : BLUE LINE. similar to ocean’s colour.
Cantik!!
Tigapuluh menit berlalu. Alhamdulillah sampe di Wonderland. Sebuah area yang teletak tepat di garis pantai. Mau liat fotonya? Nih dia :
Pantai @ reverePantai 2pantai 3subhanallah indahnya..pohon..pantai lagi
Maha Suci Allah yang menciptakan segala sesuatu begitu sempurna dan begitu indah. Dari sisi apapun. FLAWLESS!!
Berjalan ditengah angin dingin yang menusuk tulang…Alhamdulillah akhirnya sampe juga di Masjid yang dituju. Jam 8.20s am. Sepi. Cuma ada 2 sisters dan 2 brothers yang sedang menata ruang tengah untuk event Al-Quran nanti siang. Ini ruang tengahnya.
ruang tengahtata meja ala turki
Ternyata kebanyakan emang orang turkinya hehe…Jadi nggak bisa belajar bahasa Arab nih…Maybe Latter..
Alhamdulillah berkali-kali karena di sini ketemu sisters yang baik2. Salah satunya sister ini :
sister…
Arin lupa namanya hiks2…soalnya susah dihapal namanya. Nama turki ga familiar. YA pokoknya I love you sister ^_^
Arin bantu-bantu merapikan ruang tengah, untuk acara siang nanti. Oiya banyak makanan turki juga loo..ni contohnya Baklava (Taste sweet), Tiramisu (enaaak banget!!), Bosnian Borek (Roti rasa keju), Manti (didalemnya ada dagingnya, enak!!) :
dsc00548.jpgbaklavatiramisuBosnian BorekMantiStuffed grape leaves
Semuanya enaaaak. Alhamdulillah punya kesempatan untuk merasakan makanan Turki. =)
Trus hari ini jg ketemu dengan akhwat-akhwat turki loo.. Senangnya ketemu sodara muslim lagi disini. Mereka smua student yang sedang belajar ELS sebelum masuk ke university untuk mengambil S2/S3. Senasib sama arin. Tapi mereka di Boston University belajarnya. Muserraf Aslan (S1 beliau Pysics @ Ankara, Turki), Asli ), Zehra, Fatma (S1 Math), Ulkucan (S1 Biology).
Muserraf Arslan

Muserraf, Asli, UlkucanMuserraf, Asli, Ulkucan

Mereka semua masih “single” lo hehe..ada temen..Alhamdulillah. Oiya Ulkucan katanya mau masih SunyBuffalo NY juga. Hehe moga2 kita bisa ketemu di sana ya Ulkucan, ntar kita bisa jadi roommate ^_^ Amiin.Mmh..jam 10 am, adik-adik kecil pada berdatangan. Arin ketemu salah satu adik yang pekan lalu diajar recite Quran. Arin lagi2 lupa namanya, karena baru sekali ketemu hehehe..alasan.. tapi beliau ingat arin lo..trus beliau meluk arin..whaaaa senangnyaaa…trus beliau mulai cerita pekan depan ujian recite quran katanya, trus beliau jg mau ikutan even quran reciting competition ini. Smoga menang ya dik ^_^.Sayang..waktu cepat sekali berlalu.. Jam 11 am arin harus pergi, otherwise udara akan kembali dingin, khawatir turun salju lagi.Suasana hangatnya ukhuwah islamiyah benar2 menerobos dinding2 kultur dan negara. Meskipun I’m the only Indonesian there, the rest of them are from Turky, Bosnia, Moldova(?). But no Arabic….mungkin tidak berdomisili di sekitar sini ya. Tapi sekat-sekat itu tak berarti di dalam islam. We are family in Islam. Subhanallah. ^_^

Sebenarnya enggan pergi..karena acanya sendiri sampe dengan jam 4 sore. Hiks2…I gotta go!! I said Assalamu’alaikum to all of the sisters inside. Many thanks to Allah. Kalo diinget2 tadi pagi tuh males banget untuk beranjak dari rumah, sampe harus mencari “seribu satu” alasan untuk bisa pergi, alhamdulillah Allah rewarded me with this beautiful present. Once more; thank you ya Allah.Jadi ingat ttg surat di Al-quran yang pernah arin posting di sini :

TIDAKlah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar
[Q.S. An Nisa:95]
Bersegeralah menyambut setiap amanah yang telah Allah anugerahkan kepadamu, tak peduli besar atau kecilnya!! InsyaAllah Allah sedang menyiapkan sesuatu yang amat spesial untukmu! Maka Bergeraklah…
We’ll never know what kind of surprise will He prepare for you. But Be Sure!! Allah never disobey His promise.
Jadi inget lirik lagunya Kareem Salama ttg Get busy live :
Every single day someone is born and some dies
It wasn’t long ago my uncle passed and my little niece came to life
I get to thinking about my time and go and it won’t be long from now
I shiver inside at the chance that I might leave a life untouched by a vow

(Chorus)

And I believe tonight is the night that I decide
That
I get busy living and I get ready to die
So that when the fateful day does come
When I’m six feet in the ground
The poor and the weak and the orphan and meek will miss having me around


When I pass I don’t want to leave a life of regret
So I give rise to change today by trying not to forget
That pleasures do pass and sunrises end and stars do fade away
But it’s love and it’s virtue and honor and truth that remain for all days

(Chorus)

And I believe tonight is the night that I decide
That I get busy living and I get ready to die
So that when the fateful day does come
When I’m six feet in the ground
The poor and the weak and the orphan and meek will miss having me around

(Bridge)

I want that final breath to be the sweetest of all
And it will be with certainty if I answer the call
To help all those in need and decipher the meaning of life
Cause the seekers of truth they fear not death any more than they fear life

(Chorus)

And I believe tonight is the night that I decide
That I get busy living and I get ready to die
So that when the fateful day does come
When I’m six feet in the ground
The poor and the weak and the orphan and meek will miss having me around

 

Subhanallah..smoga dari lirik di atas bisa di ambil banyak hikmahnya ya.

Satu hikmah terakhir di siang ini adalah…

Sesampainya di Forest Hill station, harus menunggu bus 36 jam 12.30. Seperti biasa tiap jeda waktu di bus, di train, atau sedang menunggu kendaraan itu, insyaAllah berusaha untuk tidak menyia2kan waktu. Begitu juga ketika menunggu bus tadi, Arin tilawah dimana aja [kecuali di kamar mandi ya =) ]. Pas tilawah di depan pintu gerbang sekalian merhatiin bus yang dateg (di luar dingin banget, jadi ga berani nunggu di luar), ada seorang bapak2 negro tiba-tiba mengucapkan “Assalamu’alaikum” !! Subhanallah yang tadinya lagi serius tiba-tiba mendengar ada yang mengucapkan salam, sontak segera membalas salam tersebut disertai perasaan senaaaaaaang tak terhingga. Subhanallah untuk yang kesekian kali hari ini…Ya Allah…betapa…how sweet ukhuwah islamiyah is.. Kemudian bapak itu berlalu keluar tapi tidak kembali lagi.

Bus 36 belum dateng juga… udah hampir 12.30. Yang dateng malah bus dengan tulisan NOT OPERATED hiks2…aduuh belom sholat dzuhur niiii… hiks2..

Alhamdulillah selang beberapa detik dari bus yang pertama, datanglah bus 36 tercinta hehehe, I miss you so much!! Wa..ternyata yang naik bus cuma arin sendiri! Sepi sekali..benar2 sepi hari ini. Setelah tapping the charlie card in the machine, melihat supir sekilas, trus nyari tempat duduk.

Tiba-tiba, supirnya nanya, while I was sitting, “where do you come from?”. Dalam hati bertanya, nanya ke arin nih?..eh siapa lagi kalo bukan arin!..kan cuma arin sendiri yang ada di dalam bus. Mmh..sambil masih memegang mushaf coklat tercinta, arin maju ke tempat supir and I answered the question, ” I come from Indonesia”.

“Oh, no wonder”, he said, “many of Indonesian are muslim right!”.

Mmh.. I just realized, supir itu adalah bapak yang mengucapkan salam di depan pintu gerbang tadi!! SUbhanallah..unexpected banget kan!! Trus beliau mulai cerita banyak hal. Ttg orang2 arab yang menurut beliau tidak bisa mematchingkan nilai2 islam ke dalam kehidupan sehari-harinya. Islam itu kan forgiveness, full of kindness, all the good things are in Islam. Waa…kaya pa ustadz aja nih, dalam hati arin ^_^. Trus beliau cerita ttg kehidupannya. Beliau sangat bersyukur kepada Allah atas segala yang telah diberikanNya kepada bapak ini. Pekerjaan yang sangat baik (jadi supir bus di sini sepertinya well-paid ya), rumah, kendaraan, etc. Trus arin tambahin anugerah Allah lainnya “nice family, maybe!?”.

Ups.. ternyata bapak ini sudah divorce dari istrinya yang non muslim..Beliau yang mengajukan cerai karena ternyata istrinya ga mau masuk islam juga, she was unable to adjust to islamic way of live, such as not drink alcohol, eat pork, etc. It was difficult for her. Beliau sendiri adalah muslim sejak awalnya, keluarganya sendiri adalah semua muslim. Beliau Berasal dari Nigeria. Waa…w

Trus..arin tanya, bagaimana beliau melaksanakan sholat 5 waktu dengan kondisi beliau yang sebagai supir bus. Another unexpected answer, He does all the 5 prayers every day. Alhamdulillah !! He said that as long as we sure that Allah will help us, insyaAllah Allah will always help us. He get a lot of amenity from Allah. Maha Suci Allah.

Tampaknya keyakinan beliau terhadap Allah amat kuat. Beliau bisa sholat dimana saja, katanya. Beliau selalu membawa sajadah kemanapun, juga air mineral di dalam botol untuk berwudhu..beliau bisa sholat di dalam kabin bus, atau dimana saja. Betapa luar biasa….

Pertemuan yang tidak terkira berharganya bagi arin. Hari ini benar2 banyak anugerah yang telah Allah berikan kepada arin. Lagi2…hari ini arin mengumpulkan hikmah-hikmah yang terserakan di sebagian kecil dari perj jalan hidup arin. Alhamdulillahirrabil’alamin.

Ingin rasanya terus mendengarkan cerita beliau. Tapi sayangnya bus sudah berada di central street. Arin harus berhenti. Oiya, nama beliau adalah Brother Muhammad. Smoga bisa ketemu lagi ya bro! InsyaAllah. Sayangnya arin ga sempet untuk mengambil foto beliau. Maybe in another day.

I had to stop in central street anf walked through willow street for 10 minutes.

I said thank you to him and said Assalamu’alaikum. This is my first time said Assalamu’alaikum inside the bus. Again, Subhanallah. Betapa langkanya bisa mengucapkan salam di jalan di negeri ini. Kalo kita ingat2…di Indonesia sepertinya tidaklah sulit untuk bisa mengucapkan salam ini di sepanjang jalan ketika bertemu saudara2 muslim yang berlimpah ruah. Jadi untuk brother and sister di Indonesia, jangan sia2kan kesempatan untuk bisa mengucapkan salam kepada saudara2 yang ditemui di sepanjang jalan. Itu adalah nikmat yang luar biasa. Kita baru akan menyadari bahwa mengucapkan salam itu adalah sebuah nikmat yang luar biasa setelah kita berada di negeri seperti US ini. Jadi jangan sia2kan ya saudaraku ^_^. Indonesia itu syurga!!

Tapi arin juga bersyukur bisa berada di sini, tiada yang sia-sia, insyaAllah.

Di sepanjang willow street, tak henti-hentinya mata ini mengalirkan air mata. Ya Allah…lihatlah apa yang baru Allah suguhkan kepadaku hari ini. Ini lebih berharga dari duduk2 di rumah yang hangat. Ini lebih berharga dari secangkir teh hangat. Ya Allah….tak sengaja hati ini berkata “Maka Nikmat Tuhanmu yang manakah yang engkau dustakan??

Terimakasih tak terhingga ku haturkan kepadaMu ya Allah atas hadiahMu hari ini.

Lagi-lagi…Allah memberikan pelajaran berharga kepadaku..Jangan pernah beri ruang di dalam hatimu kepada rasa malas. Apalagi untuk membela agama Allah. Yakinlah!! Bergeraklah..sesulit apapun keadaanmu, dalam keadaan lapang maupun sempit. Allah tidak pernah lalai untuk menepati janji2Nya.

Alhamdulillah.

 

 

[Tadzkirah for us ^^]

“Tiga hal yang dapat menyelamatkan, yaitu: takut kepada Allah SWT dalam keadaan sembunyi atau terang-terangan, bersikap adil baik dalam keadaan ridha atau dalam keadaan marah, dan hemat baik dalam keadaan miskin atau dalam keadaan kaya.

Dan tiga hal yang dapat membinasakan, yaitu: hawa nafsu yang selalu dituruti, kikir yang selalu ditaati, dan bangga terhadap dirinya sendiri.

(HR, Abu Syaikh).

[Tadzkirah for us]

Ya Allah anugerahilah kepada kami dua buah mata yang menangis kerana takut kepada-Mu, sebelum datang masa dimana tak ada lagi air mata.”

 

[Doa Rasulullah]

taken from : Hidayatullah.com

:Tadzkirah for us:

~Bismillahirrahmanirrahim~
TIDAKlah sama antara orang beriman yang duduk (yang tidak turut berperang) tanpa mempunyai uzur (halangan) dengan orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwanya. Allah melebihkan derajat orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang tanpa halangan). Kepada masing-masing, Allah menjanjikan (pahala) yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar
[Q.S. An Nisa:95]
):(

« Older entries