try to think critically..

Complimentary
Picture: Complimentary
ISLAM has overtaken Roman Catholicism as the biggest single religious denomination in the world, according to new figures.
In its newly-released 2008 yearbook of statistics, the Vatican claims Muslims now make up 19.2 per cent of the world’s population with Catholics at 17.4 per cent.In the Vatican newspaper, L’Osservatore Romano, Monsignor Vittorio Formenti, wrote: “For the first time in history we are no longer at the top: the Muslims have overtaken us.” However, he said that if all Christian groups were considered, including Orthodox churches, Anglicans and Protestants, then Christians made up 33 per cent of the world’s population – or about two billion people.The Vatican recently put the number of Catholics in the world at 1.13 billion. It did not provide a figure for Muslims, estimated at about 1.3 billion.

Numbers for other major world religions include an estimated 785 million Hindus, 360 million Buddhists and 17 million Jews.

Mgr Formenti said that while the number of Catholics as a proportion of the world’s population was fairly stable, the percentage of Muslims was growing because of higher birth rates.

However, Bashir Maan, convenor of the Muslim Council of Scotland, said he thought that Islam was probably the largest religion in the world.

And he said it was not just down to higher birth rates, but because more people were converting to Islam.

“It is difficult to get a true figure of the number of Muslims in the world because trying to establish numbers in underdeveloped Muslim countries is very difficult.

“But if proper figures could be obtained from those countries then I think it would show Islam as the largest religion in the world.”

He said that people were attracted to the religion looking for “spiritualism”. He conceded that recent terror attacks had turned any people against Islam – but added the religion had benefited from other people studying the religion to find out its true message.

“These people are discovering a tolerant and accommodating religion,” he said.

A spokesman for the Catholic Church in Scotland said it was important to look beyond the figures.

“While it is a little unseemly to swap figures, a more realistic comparison would be between the Christian population of the world and the Muslim population, a comparison which would show the Christian world to be significantly bigger,” he said.

He added: “Christianity and Islam are both ‘religions of the Book’ – they share their origins in the Old Testament – and although there are some hot spots of tension in the world, there is also a wide area of common concern for Christians and Muslims, especially on such issues as the family and the sacredness of life.”

[article above taken from : http://news.scotsman.com/uk/Now-Islam--overtakes-.3929010.jp ]

—————————————————————————————————————————
My first remark of this article was Alhamdulillahirrabbil’Alamin. Allah is the most Glorious. And Islam surely will win over other religions.
But at the second time I read this article, I felt little bit suspicious. And my first question is Why should they (Vatican newspaper) release this article? Doesn’t it mean they lowered their own religious? Doesn’t it mean they attract other people to convert to Islam? Or, Actually this is their own strategy to deceive the world?
Hmm..It’s very interesting. Has any Muslim Scholars said something about this press release by Vatican?
I just want to remind, especially myself, and all the Muslim sister and brother. Don’t we ever felt that we’ve won the “battle” over them-never ever feel satisfy of what we’ve(?) done, for instance this fact that bigger number of muslim over the catholics-. Actually, our real enemy is Al-Batil. And Al-batil will remain until the end of this world.
We may feel grateful to Allah, by say Alhamdulillah. But be careful, sometimes, praise will deceive us from our first mission/purpose. Don’t let this fact make us stop from doing good deeds. Don’t let this fact make us stop from do Dakwah to other people.
Because, it’ll probably that this article was released in order to pump up more Christian missionaries in every corner of muslim countries to convert more Muslims to be Christian, since the delta/difference between Muslim population and Christian population is only 1.8%.
Actually, I don’t feel convicted with this survey. Who did this survey? It wasn’t clearly defined.
I hope we will not feel satisfy too fast….Our journey is still very far far away guys..
NO one can guarantee us to enter HIS Jannah easily.
Be prepare!!
InsyaAllah
^__^
~just try to think~

Ayo jadi ulama..walaupun kecil2an ^_^

[Semoga bisa menjadi pengingat bagi kita semua ya..]

Ketua MUI: Kita Butuh Ulama, Bukan Ilmuan

Rabu, 13 Peb 08 07:33 WIB (eramuslim.com)

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH. Kholil Ridwan menyatakan, semestinya tradisi keilmuan dalam Islam melahirkan ulama, bukannya ilmuan. Sebab, antara ulama dengan ilmuan itu tidak sama.

Menurutnya, ulama itu mempunyai kepekaan terhadap kondisi akidah umat, berjuang dengan ikhlas, tidak ingin popularitas, tidak menghallakan segala cara demi kekuasaan, apalagi mau disetir oleh pemikiran asing atau yang lebih buruk meninggalkan Islam itu sendiri.

”Tradisi ilmu dalam Islam itu melahirkan ulama. Ulama berbeda dengan ilmuan, ” ujar KH. Kholil Ridwan di sela-sela acara Tasyakur 5 tahun Institute for Study the Study of Islamic Thougth and Civilization (INSISTS) di Depok.

Dijelaskannya, sosok ulama punya tanggungjawab keilmuan, moral, dan agama kepada Allah Swt. Sedangkan ilmuan bisa bebas dari nilai-nilai agama, moral, ataupun tidak beriman kepada Allah sekalipun.

“Ulama dalam menyampaikan ilmunya harus berangkat dari iman. Jadi ia punya tradisi keimanan dan keilmuan secara berbarengan. Bebeda dengan ilmuan. Ia bisa bicara dan berbohong tergantung kemauannya karena tidak terikat iman, ” papar pengasuh pesantren Husnayain itu.

Ia mengungkapkan, dalam hadis Nabi Muhammad Saw juga disebutkan, bahwa ulama itu pewaris para nabi. Jadi bukan ilmuan yang mewarisi kenabian. ”Al-’Ulama waratsah al-Anbiya. Di situ jelas sekali ulama yang ditunjuk Nabi sebagai pewaris para nabi, bukan semua orang yang berilmu, tapi harus punya dan menjaga imannya, ” sambung dia.

Karena itu, Kyai Kholil berharap ke depan lahir ulama-ulama yang betul-betul mewarisi tradisi keilmuan yang dijarakan para nabi sebagaimana yang pernah dilakukan oleh ulama-ulama kita, bukannya mengikuti cara berpikir Barat. (dina)

[tadzkirah for us ^^] Tafsir Surat At-Takatsur

Tafsir Surat At-Takatsur

Oleh: Sayyid Qutb (dari Fii Zhilaali al-Qur’an)

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١) حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢) كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٣) ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٤) كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (٥) لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (٦)ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (٧)ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (٨)

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3. janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
5. janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
7. dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.
8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Surah ini membawa nada yang hebat, menggerun dan mendalam seolah-olah satu suara dari seorang pemberi perintah yang berdiri di suatu tempat yang tinggi dan berseru dengan suara yang kuat dan lantang. Ia menggerakkan manusia-manusia yang lalai, yang mabuk dalam kesenangan dan larut dalam kekeliruan yang sedang menghampiri gaung kebinasaan, sedangkan mata mereka tertutup, pancaindera mereka terpesona dan terpukau. Ia menyeru mereka dengan selantang-lantang suaranya.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١)
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢)
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
Wahai orang-orang yang lalai dalam kekeliruan dan yang mabuk dalam kesenangan, wahai orang-orang yang lalai, yang asyik berlomba-lomba membanyakkan harta kekayaan, anak-pinak dan kenikmatan dunia! Ingatlah, bahwa kamu sekalian lambat laun akan berpisah dengan kekayaan itu. Wahai orang-orang yang tertipu dengan kenikmatan-kenikmatan hidup hingga melupakan apa yang akan berlaku selepasnya, wahai orang-orang yang akan meninggalkan semua harta kekayaan dan kesenangan yang menjadi sasaran perlombaan dan kebanggaan mereka hingga masuk ke lubang kubur yang sempit, di mana tiada ruang lagi untuk berlomba-lomba dan bermegah-megah,
sadarlah dan insaflah sesungguhnya:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١)
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢)
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Kemudian Allah mengetuk pintu hati mereka untuk menyampaikan berita-berita dahsyat yang menunggu mereka selepas mereka masuk ke dalam kubur dengan nada yang mendalam dan menarik:

كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٣)
3. janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),

Kemudian perintah itu diulangkan sekali lagi dengan menggunakan kata-kata yang sama yang membawa nada-nada yang hebat dan menggentarkan,

ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ (٤)
4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.

Kemudian perintah itu ditegaskan semakin mendalam dan semakin hebat membayangkan perkara dahsyat yang akan berlaku kepada mereka, mereka tidak sadar terhadap hakikat yang dahsyat itu pada saat-saat mereka mabuk dalam kesenangan dan asyik dalam perlombaan membanyakkan harta kekayaan.

كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ (٥)
5. janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,

Kemudian Ia tunjukkan hakikat dahsyat yang tersembunyi itu:
لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ (٦)
6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,

Kemudian hakikat itu ditegaskan sekali lagi dengan nada yang lebih mencemaskan hati:
ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ (٧)
7. dan Sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan ‘ainul yaqin.

Kemudian Ia menyampaikan pelajaran akhir yang membuat si mabuk siuman, si lalai sadar dan si lalai memberi perhatian dan orang yang sedang berfoya-foya dalam kenikmatan menggeletar dengan nikmat-nikmat yang ada di dalam tangannya.
ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ (٨)
8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Kamu akan ditanya tentang segala nikmat itu dari mana kamu dapat? Dan ke manakah pula kamu belanjakannya? Adakah kamu mendapat nikmat-nikmat itu dari kerja-kerja ketaatan dan kamu belanjakannya pula ke jalan-jalan ketaatan? Atau kamu mendapat nikmat itu dari kerja-kerja ma’siat dan kamu belanjakannya ke jalan ma’siat? Adakah kamu memperoleh nikmat itu dari pencarian yang halal dan membelanjakannya ke jalan yang halal? Atau kamu memperolehnya dari pencarian yang haram dan kamu belanjakannya pula ke jalan yang haram? Adakah kamu bersyukur kepada Allah terhadap
nikmat itu? Adakah kamu tunaikan zakatnya? Adakah kamu membagi-bagikan nikmat itu kepada orang lain? Atau kamu habiskan nikmat itu untuk diri kamu saja?

ثُمَّ لَتُسْأَلُنّ

8. kemudian kamu pasti akan ditanyai

Kamu akan ditanya tentang kegiatan-kegiatan hidup kamu yang berlomba-lomba membanyakkan harta kekayaan dan bermegah-megah dengannya. Itulah tanggungjawab yang dipandang ringan oleh kamu pada saat-saat kamu sedang lalai dalam nikmat kesenangan, tetapi akibatnya kamu akan menanggung duka-nestapa yang amat berat. Surah ini merupakan satu surah yang amat jelas maksudnya. Ia menyampaikan maksud-maksudnya secara langsung ke dalam hati manusia dan menjadikan hati mereka
memberi perhatian yang berat kepada Akhirat dan menepikan kenikmatan-kenikmatan dunia yang remeh dan minat-minat kesukaan yang kecil, yang menjadi kegemaran orang-orang yang kosong jiwanya.

Surah ini menggambarkan kenikmatan hidup dunia sebagai satu tayangan sekilas dalam sebuah film yang panjang.

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ (١)
1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ (٢)
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.

Kemudian tayangan itu berakhir dengan menutup lembarannya yang pendek. Dan selepas hidup dunia, zaman akan terus berlanjut dan memanjang dengan beban-bebannya yang bertambah berat.

Pengungkapan ayat-ayat itu sendiri menyampaikan saran-saran ini dan ini menjadikan hakikat yang dibicarakan itu selaras dengan susunan ungkapan yang unik itu. Sebagaimana seseorang itu membaca surah yang hebat, mendalam dan menggentarkan ini, yang mula-mulanya menjulang naik dengan nadanya yang lantang ke angkasa dan kemudian menunjam turun dengan nadanya yang tenang ke dalam lubuk hati, ia akan merasa betapa beratnya tanggungjawab hidup yang dihayatinya sebentar di dunia ini, kemudian ia memikul tanggungjawab yang berat itu dalam perjalanannya, kemudian di sanalah ia akan menghisabkan dirinya sendiri terhadap segala nikmat yang dinikmatinya sehingga sekecil-kecilnya.

I could cry..I could scream..but I opposed to do it coz I have Allah on my side ^^

Bismillahirrahmanirrahim,

This is such a hard week for me. I got such a convoluted problem in my mind, and I stuck a moment!! I can’t even think about the solution. Should I take this pathway…..or should I reject another way…

Why I really chicken to decide what I want to. I’m getting obtuse now =(

It’s not good at all.

Why those problems came in the same time…..

Ups…Arin listen!! remember about this verse

APakah kamu mengira diciptakan dengan begitu saja? Sesungguhnya orang-orang sebelum kamu telah diuji dengan berbagai cobaan, kelaparan, kesedihan….

[Yup!! I do remember of that verse. Remembering what Allah have said in Quran always makes me feel better to face this life. I always feel optimistic ^_^ ].

Additionally, Allah will boost up the degree of people who can patiently face the problem with sabr and sholat.

Come’n arin you have ever faced such this problem too, haven’t you! And you made it.

[But this one is even more severe and more serious]

Come’n Ask to Allah, The All Known..I sure you can do it ..

YA Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah engkau pikulkan kepada kami sesuatu yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.”

(Q.S. Al-Baqarah, 2: 286)

 

Hanya kepada Allah lah akhir dari semua tanya. ^_^

But..which one should I pick? I should pick the one that will bring me to His Jannah, shouldn’t I?[off course Arin ^^]

[I'm pretty sure this is not the exact time to consider about it.Isn't it?]

Ya Muqolibal qulb, tsabit qulb alla diinik….I really need the light that would lit up my path through the straight way to your paradise..Help me ya Allah

“Allhumma laa sahla illaa maa ja’altahu sahlan wa anta taj’alul idzaa syi’ta sahlaa”

(Ya Allah nothing is easy except You the one who will make it easy and You make all the difficulty turn into an easy thing if you wish of it) [H.R Ibnu Hibban]

-’hope there’ll be a decision tonight-

 

Subhanallah…we have a new brother in Islam

Maha Suci Allah.

Mampukan kita menjadi salah satu dari orang2 yang menjadi jalan masuknya seseorang ke dalam Dienul Haq ini? Smoga Allah memberikan kemudahan kita untuk menjadi salah satu dari orang2 yang dijanjikan sesuatu yang lebih baik dari dunia dan seisinya ini.Amiin

must see this!!

2 German convert to Islam

Allah hu Akbar!!

no WAR please..

All the videos are taken from masboston.org

Look At This!!

Cool !! ^_^

LeaVing on the Jet PlanE..-Chantal Kraviazuk

I………
I………
All my bags are packed
I’m ready to go
I’m standing here outside your door
I hate to wake you up to say goodbye
But the dawn is breakin’
This early morn
The taxi’s waitin’
He’s blowin’ his horn
Already I’m so lonesome I could cry

[Chorus:]
So kiss me and smile for me
Tell me that you’ll wait for me
Hold me like you’ll never let me go
Cause I’m leaving on a jet plane
Don’t know when I’ll be back again
Oh babe I hate to go

I………
There’s so many times I’ve let you down
So many times I’ve played around
I tell you now
They don’t mean a thing
Every place I go
I think of you
Every song I sing
I sing for you
When I come back
I’ll wear your wedding ring

[Chorus]

Now the time has come to leave you
One more time
Let me kiss you
Close your eyes
I’ll be on my way
Dream about the days to come
When I won’t have to leave alone
About the time when I don’t have to say……..

[Chorus]

Leaving on a jet plane
[repeat]

ukhuwah sehangat mentari…^^

Empat tahun bersama..tapi terasa cepat sekali ya….Ukhuwah yang hangat memang terpupuk dari interaksi yang rutin. Thanks Ya Allah You bestowed me such a beautiful family to me…Meskipun saat ini mungkin harus berpisah untuk sementara waktu…Dalam dimensi ruang dan waktu yang sangat berbeda mungkin…semoga Allah tetap mengikatkan hati ini dalam ikatan ukhuwah dan ikatan aqidah islam…Amiin. Sulit menggambarkan betapa berat untuk meninggalkan teman-teman semua yang sudah banyak mewarnai kehidupan arin ^^ Allah telah menjadikan teman2 semua sebagai jalan perubahan signifikan dalam kehidupan arin ini…

I’ll miss you All ukhti fillah…Keep istiqomah ^^ 01102007388.jpg Love u coz Allah

« Older entries